Lebong – Progres pelaksanaan kegiatan proyek fisik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebong Tahun Anggaran 2026 hingga pertengahan tahun dinilai belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Memperhatikan kondisi tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Lebong memanggil Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub) Kabupaten Lebong untuk meminta penjelasan terkait progres pelaksanaan proyek fisik.
Hearing yang digelar tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Indra Gunawan, SPi, MSi, didampingi para kepala bidang di lingkungan Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong.
Dalam hearing, Plt. Kepala Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, Indra Gunawan, SPi, MSi, mengatakan pihaknya memenuhi undangan Komisi II DPRD Kabupaten Lebong setelah menerima surat pemanggilan dan terlebih dahulu meminta izin kepada Bupati Lebong untuk menghadiri rapat tersebut.
“Kami diundang Komisi II DPRD untuk menjelaskan progres pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2026,” ujar Indra.
Indra menjelaskan bahwa dari sejumlah paket pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, saat ini baru dua paket yang telah memasuki tahap pelaksanaan, yakni pengadaan alat berat dan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
“Perencanaan yang selesai dilaksanakan, saat ini tinggal proses persiapan administrasi untuk pelimpahan sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai,” ujarnya.
Selanjutnya, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Lebong, Gunadi Mursalin, menyampaikan bahwa pemanggilan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap realisasi program pembangunan yang menjadi tanggung jawab Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong. DPRD ingin memastikan seluruh proyek fisik dapat berjalan sesuai jadwal sehingga tidak menumpuk pada akhir tahun anggaran.
“Dari hasil penjelasan yang kami terima, memang baru dua paket yang sudah terkontrak. Sementara paket fisik lainnya masih dalam proses menuju lelang ataupun tender,” jelas Gunadi.
Lebih lanjut, Gunadi mengatakan berdasarkan paparan Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong, proses tender diperkirakan mulai berjalan pada bulan ini.
DPRD berharap seluruh pekerjaan fisik segera berkontrak dan dapat dilaksanakan agar target pembangunan daerah tercapai sesuai waktu yang telah ditetapkan.
Menurutnya, jika melihat progres saat ini, pekerjaan fisik yang telah berjalan baru mencapai sekitar lima persen. Sementara itu, kegiatan perencanaan telah hampir selesai dengan capaian sekitar 95 persen.
“Kami berharap tidak ada lagi keterlambatan sehingga seluruh proyek bisa selesai tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” harap Gunadi. (Adv)
























