BENGKULU – Provinsi Bengkulu terpilih menjadi wilayah percontohan (pilot project) pelaksanaan program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) TNI Angkatan Darat (AD) Tahun 2026. Program ini mengedepankan kolaborasi antara TNI AD, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut resmi dibuka oleh Wakil Panglima Komando Pasukan Khusus, Mayjen TNI Ferdial Lubis, pada Sabtu (17/10/2026) pagi. Kegiatan ini dirancang berlangsung selama 60 hari kalender kerja dengan lokasi pelaksanaan yang tersebar di berbagai wilayah Provinsi Bengkulu.
Melalui KBSB 2026, TNI AD berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama melalui pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan akses pelayanan publik, kegiatan sosial, serta pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
Pelaksanaan program dibagi menjadi dua sasaran utama, yakni kegiatan fisik di 614 titik dan kegiatan nonfisik serta sosial medis yang menyasar 1.459 penerima manfaat.
Pada sasaran fisik, program mencakup pembangunan dan rehabilitasi berbagai infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pekerjaan tersebut meliputi perbaikan jembatan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jaringan irigasi, peningkatan akses jalan, penyediaan sarana air bersih melalui sumur bor dan pipanisasi, serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Selain itu, program KBSB juga mencakup rehabilitasi tempat ibadah, panti asuhan, dan sekolah, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas fasilitas umum dan menunjang aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Bengkulu.
Sasar Pelayanan Kesehatan dan Kegiatan Kemanusiaan
Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, KBSB 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Sasaran nonfisik dan sosial medis meliputi operasi katarak, penanganan kasus bibir sumbing, khitanan massal, donor darah, pelayanan penerbitan akta kelahiran, nikah massal, serta pembagian kacamata gratis.
Program ini juga memasukkan kegiatan pelestarian lingkungan melalui penanaman sebanyak 18.000 pohon. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya penghijauan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
Wakil Panglima Komando Pasukan Khusus, Mayjen TNI Ferdial Lubis, menjelaskan bahwa pelaksanaan KBSB berlangsung selama 60 hari kalender kerja dengan cakupan kegiatan di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
“Kegiatan Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat 2026 diselenggarakan selama 60 hari kalender kerja, dengan tersebar di seluruh Bengkulu. Total untuk pembangunan fisik, ada 614 titik mulai dari pembangunan sumur bor, RTLH, rehab sekolah, MCK, rehab tempat ibadah, rehab jalan, rehab panti asuhan, jembatan, pipanisasi, dan PLTMH. Tidak hanya fokus dalam pembangunan fisik, namun kegiatan ini juga menyasar kepada kegiatan nonfisik atau kemanusiaan,” ucapnya.
Menurut Ferdial, program tersebut merupakan bentuk pengabdian TNI AD yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial dan kesehatan masyarakat.
Danrem 041/Gamas Tekankan Sinergi Antarlembaga
Sementara itu, Komandan Korem (Danrem) 041/Garuda Emas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menyukseskan program KBSB 2026. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar pelaksanaan kegiatan berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi yang solid agar Bengkulu menjadi lebih baik, dengan kegiatan yang menyentuh masyarakat ini salah satunya,” tuturnya.
Pembukaan program tersebut turut dihadiri Staf Khusus Presiden, Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu, anggota DPD RI Destita Khairilisani, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah yang mewakili Wali Kota Bengkulu.
Hadir pula jajaran kepala daerah se-Provinsi Bengkulu dan berbagai pemangku kepentingan yang menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan lembaga menunjukkan pentingnya kerja sama dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pelayanan dasar.
Melalui Karya Bakti Skala Besar 2026, Provinsi Bengkulu diharapkan menjadi contoh pelaksanaan kolaborasi lintas lembaga yang mampu mengintegrasikan pembangunan fisik, pelayanan kesehatan, kegiatan sosial, dan pelestarian lingkungan.
Program ini sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan KBSB diharapkan memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat Bengkulu. (Red)


























