Goutara.com, Palembang – Peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial. Semangat tersebut mewarnai berbagai perlombaan yang digelar Pondok Pesantren Al Kausar di Jalan Pemda, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Ketua Umum Forum Pati Bersatu (FPB) Sumatera Selatan, Kombes Pol. Tri Martono, S.Sos., M.Si., menilai Hari Santri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap ilmu agama sekaligus menghidupkan nilai-nilai luhur pesantren.
“Peringatan Hari Santri harus menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar, memperdalam ilmu agama, menjaga akhlak, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Tri Martono.
Berbagai kegiatan digelar untuk menyemarakkan peringatan tersebut, mulai dari lomba tajwid hingga Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK), yakni perlombaan membaca kitab kuning. Kegiatan ini juga dilengkapi santunan sosial sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, KH. Muhammad Ali Muhsin {Gus Ali) mantan pengurus harian Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Selatan dan mantan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan yang kini aktif sebagai Dewan Penasihat FPB, menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pesantren, khususnya pesantren salafiyah tradisional.
“Pesantren salafiyah memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, terutama melalui pembelajaran kitab kuning. Kami berharap pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar agar pesantren tradisional terus berkembang dan mampu melahirkan ulama-ulama berkualitas,” kata Muhammad Ali Muhsin.
Ia juga menyoroti kesejahteraan para santri di pesantren tradisional yang sebagian besar mengandalkan kemandirian. Menurutnya, dukungan pemerintah perlu diperkuat agar kebutuhan pendidikan dan pembinaan santri dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Muhammad Ali Muhsin berharap peringatan Hari Santri yang telah menjadi agenda nasional dapat mendorong perhatian yang lebih nyata terhadap pesantren di berbagai daerah, termasuk di Sumatera Selatan.
Melalui peringatan ini, Pondok Pesantren Al Kausar tidak hanya menanamkan kecintaan terhadap ilmu agama, tetapi juga mengajarkan nilai kepedulian dan kebersamaan. Semangat Hari Santri diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.(Tim)





























