Aksi Dewi Pertiwi Sumsel Salurkan 200 Sembako dan Panjatkan Doa untuk Warga Terdampak Karhutla

0-0x0-0-0#

Goutara.com, Palembang – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap di Sumatera Selatan menggerakkan hati banyak pihak. Salah satunya ditunjukkan oleh Dewi Pertiwi DPW Sumsel yang turun tangan menggelar doa bersama sekaligus menyalurkan 200 paket sembako bagi warga yang terdampak, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Bersatu dalam Doa, Bangkit Menjaga Bumi Sriwijaya”, kegiatan yang dipusatkan di Rumah Al-Qur’an Haqqul Yaqin ini menjadi wujud solidaritas nyata di tengah tantangan cuaca dan kabut asap yang mengganggu kesehatan serta aktivitas harian warga.

Ketua DPW Dewi Pertiwi Sumsel, Windy Susilawati, mengungkapkan bahwa kepedulian terhadap bencana tidak boleh hanya berhenti pada wacana atau doa semata, melainkan harus diimbangi dengan aksi nyata yang bisa langsung meringankan beban masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, memohon agar bencana segera berakhir, sekaligus menunjukkan kepedulian kepada warga yang membutuhkan,” ujar Windy.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Siti Nurhaliza. Menurutnya, penanganan karhutla tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, ormas, lembaga terkait, hingga masyarakat luas.

Suasana kegiatan yang khidmat dan penuh kebersamaan ini juga diisi dengan imbauan penting dari pengasuh Rumah Al-Qur’an Haqqul Yaqin sekaligus Ketua RT 28, H. Mary Alexander. Mengingat sebagian besar karhutla kerap dipicu oleh kelalaian manusia, ia mengingatkan warganya untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Mary berpesan agar masyarakat mulai membiasakan diri menjaga kebersihan dan menghindari kebiasaan buruk membakar sampah yang berpotensi memicu titik api baru.

“Jangan membuang sampah sembarangan dan jangan membakar sampah. Buanglah sampah pada tempatnya. Kalau membakar, cukup bakar sate saja, jangan bakar sampah,”* ujar Mary dengan nada jenaka namun penuh pesan tegas.

Sementara itu, mewakili Pembina Dewi Pertiwi Sumsel sekaligus Ketua Umum PMPB Sumsel M. Yusuf Malaya, Ustaz Ilyas mengajak masyarakat menjadikan musibah ini sebagai momentum muhasabah diri. Ia berharap doa bersama yang dipanjatkan dapat menjadi ikhtiar spiritual agar hujan segera turun dan membersihkan udara Sumsel dari kabut asap.

Melalui gerakan ini, Dewi Pertiwi Sumsel berharap semangat kepedulian sosial dan kepedulian lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan terus berakar menjadi kebiasaan sehari-hari demi menjaga kelestarian Bumi Sriwijaya.(Tim)