Nutrifood Physical Education Teacher Dorong Guru PJOK Jadi Pemimpin Budaya Hidup Sehat di Sekolah

Sumsel.Goutara.com, Palembang – Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation menggelar workshop tahap lanjutan bertajuk “Desain & Implementasi Pembelajaran PJOK Bermakna: Upaya Membangun Budaya Hidup Sehat di Sekolah” bagi guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di Sumatera Selatan Kegiatan ini merupakan bagian dari program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) yang diselenggarakan di berbagai daerah seluruh Indonesia.

Sebagai perusahaan yang sudah lebih dari 47 tahun menginspirasi masyarakat Indonesia hidup lebih sehat melalui produk dan inisiatifnya, Nutrifood percaya bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Sesuai dengan misi Inspiring a Nutritious Life, program NPET ini menjadi salah satu upaya Nutrifood dalam mengedukasi sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia hidup lebih sehat dan berkualitas.

Nutrifood berkolaborasi bersama Guru Belajar Foundation yang merupakan philanthropic intermediary yang bergerak dengan visi memberdayakan pendidikan sebagai pendorong perubahan melalui berbagai inisiatif dalam pengembangan guru, program kepemimpinan, dan pendampingan sekolah atau madrasah, bertujuan menguatkan peran guru PJOK sebagai pemimpin perubahan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Pada tahun ini, Program NPET diminati oleh 4.413 pendaftar dan sebanyak 3.535 pendaftar yang terpilih sebagai peserta Tahap Dasar program NPET dimana pada tahap ini peserta telah mengikuti rangkaian asesmen awal, pembelajaran menjadi guru belajar, pondasi dasar gaya hidup sehat dan pelatihan guru konten kreator serta pendampingan, pada tahap ini memperdalam desain pembelajaran PJOK yang lebih bermakna, dan berdampak pada perubahan perilaku murid. Hingga kini para peserta memasuki tahap lanjutan salah satunya kegiatan workshop.

Workshop ini menjadi bagian dari tahap lanjutan program NPET yang berfokus pada penguatan praktik pembelajaran yang dilaksanakan secara luring di 18 Nutrihub- Community hub Nutrifood yaitu: Denpasar, Serpong, Bandung, Bogor, Jakarta, Semarang, Solo, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Lampung, Makassar, Padang, Pekanbaru, Palembang, Medan, Lombok, Jambi dan 3 sesi daring untuk peserta yang berada di luar/jauh dari area Nutrihub.

Melalui workshop ini, guru PJOK dikuatkan perannya sebagai pemimpin perubahan budaya hidup sehat yang lebih holistik dan transformatif. Mereka disiapkan untuk tidak lagi hanya mengajar dengan pendekatan teknis yang terbatas pada keterampilan fisik.

Program ini hadir sebagai respons terhadap tantangan gaya hidup anak-anak yang masih didominasi oleh pola tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, tingginya konsumsi gula dan lemak, serta penggunaan gawai yang berlebihan. Melalui pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, guru PJOK diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Mardi Wu, CEO Nutrifood menyampaikan bahwa guru PJOK memiliki peran penting dalam membangun fondasi gaya hidup sehat sejak dini. Menurutnya, sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat yang dapat berdampak jangka panjang bagi kehidupan anak.

“Guru PJOK memiliki peran besar dalam membantu murid membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Mulai dari literasi hidup sehat, pelibatan orangtua dan penguatan karakter murid. Melalui pembelajaran yang tepat, guru dapat mendorong kesadaran dan praktik hidup sehat yang akan terbawa hingga dewasa,” ujarnya. Rabu (30/04).

Program NPET dirancang untuk membekali guru PJOK sebagai teladan gaya hidup sehat yang mengintegrasikan aktivitas fisik, nutrisi seimbang, dan istirahat berkualitas dalam pembelajaran. Pada workshop ini, peserta mendapatkan penguatan dalam merancang strategi pembelajaran kreatif, teknik pelibatan murid dalam pembelajaran, serta modul ajar dan asesmen yang aplikatif dan bermakna. Sehingga dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing.

Ketua Operasional Guru Belajar Foundation, Maman Basyaiban, menegaskan bahwa guru PJOK memiliki peran strategis sebagai pemimpin perubahan gaya hidup di sekolah. Menurutnya, peran guru PJOK tidak lagi terbatas pada pengajaran keterampilan olahraga, tetapi juga dalam membangun kesadaran murid tentang pentingnya hidup sehat.

“Guru PJOK adalah pemimpin perubahan gaya hidup. Perannya tidak hanya mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga membangun kesadaran murid tentang pentingnya hidup sehat,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mendorong perubahan tersebut, dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam, yang tidak hanya berfokus pada instruksi, tetapi juga mampu membentuk kebiasaan dan cara berpikir murid. Pendekatan ini menggabungkan pembelajaran bermakna (deep learning) dengan konteks kehidupan nyata, sehingga perubahan yang terjadi tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan.

Setelah workshop ini, program akan berlanjut pada tahap implementasi pembelajaran di sekolah, pendampingan, hingga publikasi cerita perubahan guru sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan hingga tahap akhir program.

Melalui rangkaian program ini, peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pembelajaran PJOK yang lebih bermakna di sekolah masing-masing, serta mengambil peran sebagai pemimpin dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah maupun komunitasnya.(Rilis)