BLU Sebagai Penyangga dan Katalisator Pembangunan Ekonomi yang Inklusif

Jakarta, 02 Maret 2023 – Saat ini, terdapat 264 Badan Layanan Umum (BLU) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, serta mengelola aset sebesar Rp1.170 triliun. Ekonomi Indonesia yang tumbuh solid di 2022 juga turut ditopang oleh kinerja positif BLU. Oleh karena itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berpesan agar BLU dapat mengambil peran penting sebagai penyangga sekaligus katalisator pembangunan ekonomi yang inklusif.

“Kita baru saja mengalami 3 tahun pandemi, suatu ujian yang dahsyat bagi seluruh negara di dunia. Indonesia, Alhamdulillah pulih relatif singkat dan kita tumbuh yang tertinggi di negara G20 dan ASEAN. Itu tidak mungkin terjadi kalau tidak ada kontribusi dari BLU-BLU yang melakukan penyesuaian luar biasa keras dalam masa pandemi ini. Salah satu yang jelas adalah BLU rumah sakit, karena dia ada di frontline, lini terdepan,” jelas Menkeu dalam acara Rakor BLU 2023 yang bertema “BLU Inklusif Indonesia Optimis”, yang berlangsung di Gedung Dhanapala, Jakarta. Dalam acara ini hadir pula Menteri Perhubungan, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Kesehatan, serta perwakilan POLRI dan TNI.

Selain itu, peran strategis BLU fokus terhadap pembangunan yang inklusif melalui pembiayaan dan fasilitasi UMKM, kebijakan keberpihakan kepada masyarakat terpinggirkan dan rentan, membangun konektivitas dan infrastruktur sampai ke pelosok negeri. BLU menjadi katalisator perekonomian sekaligus menghadirkan layanan publik yang prima kepada masyarakat secara inklusif, affordable, dan sustainable, serta akuntabel dan antisipatif terhadap ketidakpastian.

“Bapak Presiden terus ingin menggiatkan investasi, di dalam rangka untuk menciptakan kesempatan kerja yang berkualitas dan tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BLU ini menurut saya penting dan punya peranan untuk menarik investasi, melakukan kerjasama investasi, karena itu akan sangat menentukan banyak sekali, tadi kemampuan untuk mobilisasi capital. Kalau BLU bagus, well perform, kesehatan keuangannya baik, aset dikelola baik, tata kelolanya baik, pasti banyak investor ingin bekerja sama,” ungkap Menkeu.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti dalam laporannya, menyampaikan tema Rakor tahun ini mengandung makna bahwa BLU terus berupaya untuk memperluas jangkauan layanan, sesuai mandat yang dimiliki kepada seluruh masyarakat dengan tetap optimistis dalam menghadapi tantangan ke depan. BLU terus berperan dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi BLU dalam meringankan beban fiskal pemerintah guna menghadirkan layanan kepada masyarakat. Di tahun 2022 yang lalu, kontribusi BLU mencapai Rp89,5 triliun atau 15,13% dari total realisasi PNBP. Secara nyata, layanan BLU semakin inklusif dirasakan oleh masyarakat secara luas melalui bidang pendidikan, kesehatan, pengelolaan dana dan pembiayaan, dan pengelolaan kawasan.

BLU juga berperan dalam mendorong inklusi ekonomi melalui UMKM, yang utamanya dijalankan oleh kelompok-kelompok terpinggirkan dan rentan, seperti wanita dan kelompok minoritas. Dengan memperkuat UMKM dan memastikan bahwa mereka terlibat dalam kegiatan pembangunan, pemerintah dapat mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. BLU hadir dengan membantu pembiayaan modal usaha bagi UMKM melalui BLU-BLU Pengelola Dana telah disalurkan modal usaha kepada 7,8 juta UMKM melalui skema dana bergulir sebesar Rp43,1 triliun. Sebanyak 89.615 UMKM juga telah ditingkatkan nilai jual produknya melalui sertifikasi halal.

Selain itu, BLU memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) untuk mengakses dunia pendidikan, agar tercapai pembangunan yang inklusif. Di tahun 2022, sebanyak 185.632 mahasiswa yang berasal dari kelompok tersebut mendapatkan beasiswa dan tarif diskon sampai dengan nol rupiah, untuk layanan di BLU-BLU Pendidikan. Hal ini diharapkan terus ditingkatkan melalui Key Performance Indicator (KPI) pemimpin BLU dengan Menteri Keuangan, yang merupakan salah satu agenda dalam Rakor BLU tahun ini.

Pada sektor Kesehatan, kerjasama antara Rumah Sakit BLU dengan BPJS serta dilengkapi dengan kekhususan kebijakan keberpihakan RS BLU kepada masyarakat miskin dan terdampak kondisi kahar, mampu menjangkau seluruh masyarakat hingga ke lapisan terbawah termasuk dalam upaya menanggulangi stunting. Selain itu, aset BLU yang dimiliki diharapkan dapat dioptimalisasi agar dapat meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Optimalkan nilai aset yang dikelola untuk bisa menambah kualitas layanan, bukan untuk menambah beban masyarakat. Jadi pendapatannya untuk memperbaiki, misal investasi di bidang alat-alat atau pelayanan. Itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan untuk perbaikan kinerja untuk bisa melayani masyarakat lebih baik,” jelas Menkeu.

BLU juga turut membangun konektivitas dan infrastruktur di berbagai daerah, dengan mengelola berbagai destinasi super prioritas seperti Danau Toba, Borobudur, dan Labuan Bajo. Hal ini juga merupakan peran strategis BLU yang penting untuk mempercepat dan mempermudah aksesibilitas, meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal-kreatif, dan penciptaan lapangan pekerjaan. Kontribusi BLU antara lain melalui pembangunan jaringan internet di 57 kabupaten/kota pada wilayah 3T dan pengadaan lahan bagi 52 ruas jalan tol, 37 bendungan, 9 jalur KA, 1 pelabuhan, 5 irigasi dan 1 jaringan air baku yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional.

Kegiatan rakor juga dimeriahkan dengan diselenggarakannya pameran layanan BLU pada tanggal 2-3 Maret 2022 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Melalui Rakor BLU tahun 2023 ini, diharapkan terciptanya semangat dan sinergi BLU untuk terus menciptakan layanan yang inklusif dan berkelanjutan di tengah kondisi perekonomian yang diprediksikan akan bergejolak. Dukungan dari BLU diharapkan dapat mendorong terciptanya kesejahtaraan masyarakat secara menyeluruh sebagai modal pertumbuhan perekonomian Indonesia yang optimistis. (Rls)