Semarak Merah Putih Hadir di Unib, Produk Lokal Bengkulu Siap Perluas Pasar

BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Gebyar Semarak Merah Putih yang resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, di lingkungan Universitas Bengkulu (Unib), Sabtu malam (24/10).

Pembukaan kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkulu. Acara dipusatkan di halaman Rektorat Unib dengan menghadirkan bazar UMKM dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional dhol secara bersama-sama. Simbol budaya khas Bengkulu tersebut menambah semarak suasana sekaligus memperkuat nuansa kebersamaan dalam kegiatan yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, mengatakan bahwa penyelenggaraan Gebyar Semarak Merah Putih merupakan bagian dari komitmen Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam mendukung perkembangan UMKM dan memperluas kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produknya.

Menurut Mian, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga merupakan wadah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen secara langsung. Melalui bazar tersebut, para pelaku usaha diharapkan dapat memperkenalkan produk unggulan, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan penjualan.

“Ada 12 titik acara Semarak Merah Putih ini yang tersebar di kabupaten dan kota. Khusus di Kota Bengkulu ada tiga lokasi, salah satunya di Universitas Bengkulu. Ini merupakan komitmen Bapak Helmi Hasan untuk mendukung UMKM Bengkulu,” kata Mian.

Ia berharap, rangkaian kegiatan Semarak Merah Putih dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, khususnya dalam meningkatkan daya saing produk lokal. Selain membuka peluang pemasaran, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong perputaran uang di tengah masyarakat dan memperkuat kecintaan terhadap produk-produk lokal Bengkulu.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pemerintah Kota Bengkulu. Dalam pembukaan acara di Universitas Bengkulu, Wali Kota Bengkulu diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Alex Periyansyah.

Alex menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Gebyar Semarak Merah Putih yang dinilai menjadi langkah positif dalam membangkitkan semangat usaha masyarakat, terutama pelaku UMKM di wilayah Kota Bengkulu.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan kalangan akademisi merupakan faktor penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat. Sinergi tersebut diperlukan agar pelaku UMKM memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas akses pasar.

“Kami dari Pemerintah Kota Bengkulu sangat mendukung penuh kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih ini. Sinergi antara pemerintah provinsi, kota, dan akademisi seperti Universitas Bengkulu adalah kunci utama untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Kehadiran bazar di tiga titik wilayah Kota Bengkulu ini tentu memberikan ruang yang sangat baik bagi pelaku UMKM lokal kita untuk terus tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujar Alex mewakili Wali Kota Bengkulu.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap UMKM semakin berkembang sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah. Kesempatan memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal serta mendorong pelaku usaha untuk terus berinovasi.

Dimulainya rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih di Universitas Bengkulu diharapkan menjadi pemantik bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu. Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, program ini diharapkan mampu memperluas kesempatan usaha, memperkuat daya saing UMKM, serta meningkatkan kontribusi ekonomi kerakyatan terhadap pembangunan daerah. (Red)