Disdikbud Mukomuko pertahankan semua tenaga honorer

Mukomuko – Dinas Kependidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan akan mempertahankan semua tenaga honorer pendidik dan non kependidikan tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di daerah ini.

“Kita tetap mempertahankan seluruh tenaga honor daerah baik tenaga pendidik dan kependidikan karena daerah ini masih kekurangan guru, kecuali tenaga honorer yang tidak disiplin dan ada pekerjaan lain,” kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Arni Gusnita, dalam keterangannya di Mukomuko, Rabu.

Ia mengatakan, jika daerah ini tetap merumahkan tenaga honorer pendidik dan non kependidikan, maka jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama di daerah ini kurang.

Kendati demikian, katanya, daerah ini sebelumnya telah mengurangi sebagai anggaran untuk membayar gaji tenaga honorer yang bersumber dari APBD tahun ini.

“Jika melihat kondisi anggaran, perlu adanya pemangkasan tenaga honor daerah. Namun kalau melihat kebutuhan guru dan non guru, sebaiknya tidak ada pemangkasan,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengatakan, pihaknya akan berusaha mempertahankannya dengan berkoordinasi dengan bupati, sekda dan DPRD Mukomuko terkait anggaran untuk gaji tenaga honorer.

Sementara itu, sebanyak 702 orang tenaga pendidik dan kependidikan tingkat SMP. Dari sebanyak 702 orang tersebut sebanyak 422 orang di antaranya pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), serta 280 tenaga honorer daerah.

Namun mulai bulan Juli 2022 daerah ini hanya menyiapkan anggaran untuk membayar sebanyak 150 orang tenaga honorer, dan 130 orang honorer tidak dianggarkan

Kemudian sebanyak 1.304 orang tenaga guru dan tata usaha tingkat SD, sebanyak 832 kurang berstatus sebagai PNS dan PPPK, dan 472 orang berstatus tenaga honorer daerah.

Dari sebanyak 472 orang tenaga honorer, sebanyak 162 orang yang dirumahkan karena tidak tersedia anggaran untuk membayar gaji tenaga honorer ini.

“Namun tidak memungkinkan memberhentikan sebanyak 172 orang tenaga honorer tingkat SD itu. Jika pemberhentian dilakukan, jelas kita sangat meragukan kualitas pendidikan anak,” ujarnya pula. (Ant)