Goutara.com, Palembang – Ada cerita yang tidak tercatat dalam bentuk bangunan maupun infrastruktur dari pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang. Selama berada di tengah masyarakat, personel Satgas justru menemukan pengalaman tentang persaudaraan, gotong royong dan rasa kekeluargaan yang tumbuh selama menjalankan tugas.
Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo Budi Santoso, mengungkapkan bahwa kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama pelaksanaan TMMD.
Menurutnya, interaksi yang berlangsung setiap hari membuat batas antara prajurit dan masyarakat semakin cair. Mereka bekerja bersama, beraktivitas bersama hingga berbagi waktu dalam suasana kekeluargaan.
“Yang paling berkesan adalah kebersamaannya. Saat bekerja, tidak ada lagi sekat antara TNI dan masyarakat. Semua saling membantu. Ada yang membawa material, membersihkan lingkungan, membantu pekerjaan, bahkan sekadar memberikan semangat. Itu menjadi energi bagi kami,” katanya.
Kebersamaan tersebut juga terlihat ketika masyarakat ikut membantu berbagai pekerjaan. Dukungan warga menjadi tenaga tambahan bagi personel Satgas dalam menyelesaikan sasaran pembangunan.
Kapten Pringgo mengatakan, berada di tengah masyarakat membuat personel mendapatkan pengalaman yang tidak diperoleh hanya dari pekerjaan pembangunan. Kehidupan sehari-hari warga memberikan pelajaran tersendiri bagi para prajurit.
“Selama pelaksanaan TMMD ini banyak pengalaman yang kami dapat. Kami bekerja bersama masyarakat, tinggal bersama masyarakat, makan bersama, dan setiap hari berinteraksi dengan warga. Dari situ kami bisa merasakan bahwa masyarakat sangat terbuka dan memiliki semangat gotong royong yang luar biasa,” ujar Kapten Inf Pringgo.
Menurutnya, rasa lelah selama menjalankan berbagai pekerjaan terbayarkan ketika melihat hasil pembangunan mulai dirasakan masyarakat. Perubahan rumah maupun fasilitas yang semakin siap digunakan menjadi kepuasan tersendiri bagi personel.
Berbagai tantangan selama pelaksanaan TMMD juga dihadapi dengan semangat kebersamaan. Kondisi medan, cuaca dan tuntutan penyelesaian sasaran tidak menyurutkan langkah Satgas.
Menjelang penutupan pada 13 Agustus 2026, Kapten Pringgo berharap hasil pembangunan tetap dirawat oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Ia juga mengakui bahwa kebersamaan yang terbangun selama TMMD akan menjadi bagian dari kenangan personel ketika nantinya kembali menjalankan tugas di satuan.
“Mungkin nanti kami kembali ke satuan dan masyarakat kembali dengan aktivitas masing-masing. Tetapi kebersamaan selama TMMD ini akan menjadi kenangan bagi kami. Kami datang sebagai Satgas, tetapi selama di sini kami merasa seperti bagian dari keluarga masyarakat,” pungkasnya.
TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang akhirnya tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik. Lebih dari itu, program tersebut meninggalkan cerita tentang prajurit dan masyarakat yang bekerja bersama, saling membantu dan membangun kepercayaan dalam suasana kekeluargaan.(R)


































