Rumah Dilan Bucil Jadi Saksi Langkah Inspiratif Lurah Epriyansah untuk Generasi Muda

Sumsel.Goutara.com, Palembang – Lurah Dua Puluh Enam Ilir Epriyansah, S.IP., M.Si menerima kunjungan dari Pokja II TP PKK kota Palembang dalam agenda memberikan pembinaan yang berlangsung di Rumah Dilan Bucil Kampung Literasi 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil, Rabu (26/08).

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat, khususnya warga 26 Ilir, untuk memperkuat semangat literasi sebagai pondasi mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Dalam kesempatan itu, Pokja II TP PKK Palembang memberikan arahan sekaligus motivasi agar kegiatan literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mampu menghidupkan kreativitas, membangun kepekaan sosial, serta menjadi jalan lahirnya inovasi dari kampung-kampung di Palembang.

Lurah 26 Ilir, Epriyansah, S.IP., M.Si menegaskan bahwa keberadaan Rumah Dilan Bucil Kampung Literasi adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat dalam menghadirkan ruang belajar yang terbuka bagi siapa saja.

“Literasi bukan hanya tentang buku, tetapi tentang membuka jendela masa depan. Melalui Rumah Dilan, kami ingin anak-anak hingga orang tua bisa belajar, berkreasi, dan menemukan inspirasi,” ujar Epriyansah.

Suasana kunjungan berlangsung penuh kehangatan. Warga tampak antusias menyambut kehadiran Ketua TP PKK Kota dan menyampaikan berbagai harapan untuk terus mendapat pembinaan agar program Kampung Literasi semakin berkembang.

Rumah Dilan Bucil Kampung Literasi 26 Ilir kini menjadi salah satu contoh nyata gerakan literasi yang tumbuh dari masyarakat, untuk masyarakat. Semangat yang dihadirkan bukan hanya menjadikan lingkungan lebih cerdas, tetapi juga menumbuhkan ikatan sosial yang lebih erat, selaras dengan visi Palembang sebagai kota modern yang berkarakter.

Menariknya, Rumah Dilan Bucil Kelurahan 26 ilir kecamatan Bukit Kecil menjadi salah satu program galeri Pelangi yang akan di lombakan di tingkat Provinsi. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi bagi warga untuk terus menjaga komitmen dan semangat literasi.

Dengan kolaborasi ini, 26 Ilir tidak hanya dikenal sebagai wilayah di tengah kota, tetapi juga sebagai kampung inspiratif yang menyalakan cahaya literasi bagi generasi mendatang.(Red)