Sumsel.Goutara.com, Banyuasin – Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Wajo (BPW KKW) Provinsi Sumatera Selatan resmi dikukuhkan dalam sebuah acara yang berlangsung di Hotel Wyndham OPI, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (27/6/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan warga Wajo di perantauan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi untuk mendukung kemajuan masyarakat Wajo di Sumatera Selatan.
Ketua BPW KKW Sumsel, Ahmad Tahir, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan kekompakan warga Wajo yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, besarnya partisipasi masyarakat menjadi bukti kuat bahwa semangat persatuan dan kekeluargaan warga Wajo di Sumsel tetap terjaga dengan baik.
“Ini luar biasa. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Wajo di Provinsi Sumatera Selatan. Kehadiran masyarakat yang sangat banyak hari ini membuktikan bahwa solidaritas, persatuan, dan ikatan silaturahmi warga Wajo di perantauan masih sangat kuat,” ujar Ahmad Tahir.
Ia menjelaskan, kepengurusan yang baru dikukuhkan akan segera melakukan konsolidasi organisasi sekaligus mendata secara menyeluruh warga Wajo yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Berdasarkan data dari Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Sumsel, diperkirakan terdapat sekitar 200 ribu warga Sulawesi Selatan yang bermukim di Sumsel, dengan komunitas terbesar berasal dari Kabupaten Wajo.
“Kita akan berpacu dengan waktu untuk melakukan konsolidasi organisasi sambil mendata keluarga Wajo yang ada di Sumatera Selatan. Pendataan ini penting agar kita saling mengenal dan memperkuat jaringan kekeluargaan,” katanya.
Selain mempererat silaturahmi, BPW KKW Sumsel juga menyiapkan sejumlah program strategis, salah satunya pembelajaran bersama secara daring yang melibatkan para akademisi dan tokoh asal Wajo.
Menurut Ahmad Tahir, masyarakat Wajo memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, termasuk ratusan guru besar, doktor, dan para profesional yang siap berbagi ilmu kepada generasi muda.
“Ada sekitar 130 guru besar serta banyak doktor dan sarjana dari berbagai bidang yang siap memberikan pembelajaran secara online bagi masyarakat Wajo di mana pun berada,” ungkapnya.
Tak hanya itu, BPW KKW Sumsel juga berencana membentuk lembaga bantuan hukum guna memberikan pendampingan kepada masyarakat, khususnya terkait persoalan perdata seperti sengketa lahan.
Ahmad Tahir menegaskan, organisasi KKW akan tetap menjaga independensinya dan tidak terlibat dalam politik praktis. Namun, setiap anggota diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan politiknya secara pribadi.
“Secara organisasi, KKW tetap independen dan tidak terlibat dalam politik praktis. Yang terpenting adalah menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi, dan saling membantu sesama warga Wajo,” tegasnya.
Sebagai nahkoda baru BPW KKW Sumsel, Ahmad Tahir juga berpesan kepada seluruh pengurus agar senantiasa menjaga kebersamaan tanpa membedakan status sosial, serta hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pesan kami sederhana, yakni menjaga silaturahmi tanpa membedakan status sosial. Semua sama dan harus saling membantu demi kemaslahatan bersama,” pungkasnya.(Rilis)






































