Sumsel.Goutara.com, Palembang – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, kembali akan membuat terobosan inovatif kedepannya dalam tata kelola pemerintahan kota. Melalui kebijakan penyatuan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam satu kantor bersama, Pemerintah Kota Palembang berupaya menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan hemat anggaran.
Langkah ini dinilai sebagai strategi efektif untuk menjawab tantangan keterbatasan ruang kerja sekaligus memperkuat koordinasi antar instansi. Dengan konsep kantor bersama, setiap OPD dapat saling berkolaborasi tanpa terhambat jarak dan birokrasi panjang.
“Tujuan utama kita adalah mempercepat pelayanan kepada masyarakat dan menghemat penggunaan anggaran daerah.
Selain efisiensi kerja, kebijakan ini juga berdampak positif terhadap penghematan operasional, mulai dari biaya sewa gedung, perawatan, hingga kebutuhan listrik dan alat perkantoran. Anggaran yang dihemat dapat dialihkan untuk program prioritas lain seperti perbaikan infrastruktur dan peningkatan layanan publik digital.
Masyarakat pun menyambut baik langkah ini. Beberapa warga menilai sistem kantor bersama dapat memangkas waktu pengurusan administrasi yang selama ini sering terhambat akibat koordinasi lintas dinas.
“Kalau semua layanan bisa diurus di satu tempat, tentu lebih cepat dan tidak perlu bolak-balik ke kantor berbeda,” kata Siti Aisyah, warga Kecamatan Ilir Timur I.
Ratu Dewa menegaskan, terobosan ini sejalan dengan visi Palembang Berdaya dan Sejahtera 2025, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efisien, dan berorientasi pada kepuasan publik.
“Kita ingin birokrasi yang ramping tapi berdampak besar, bukan gemuk tapi lambat,” tegasnya.
Dengan kebijakan ini, Pemkot Palembang berharap dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan sinergi antar-OPD, dan menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(Red)
































