H-7 Lebaran 2026: Penumpang Pesawat dan Kereta Naik, Antrean Gilimanuk Capai 29 Km

GoUtara.com, Jakarta – Pergerakan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 mulai meningkat di sejumlah moda transportasi menjelang puncak arus mudik. Kenaikan jumlah penumpang terutama terlihat pada transportasi udara dan perkeretaapian, sementara kepadatan kendaraan mulai terjadi di jalur penyeberangan Bali–Jawa.

Perkembangan tersebut terungkap dalam rapat monitoring Posko Angkutan Lebaran yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) pada Minggu (15/3/2026), yang memantau pergerakan penumpang lintas moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api.

Kepala Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2026 Shift 2 yang juga Direktur Multimoda pada Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian PerhubunganZamrides, menyampaikan bahwa mobilitas masyarakat mulai menunjukkan tren peningkatan meskipun secara nasional belum terjadi lonjakan signifikan pada H-7 Lebaran.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang tercatat mencapai sekitar 29 kilometer hingga Minggu pagi (15/3/2026). Kepadatan terjadi akibat tingginya volume kendaraan yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa sejak Sabtu malam (14/3/2026).

Untuk mengurai antrean, operator penyeberangan menambah armada kapal hingga 35 unit yang terdiri dari kapal jenis MB, LCM, serta kapal perbantuan lainnya. Selain itu, percepatan proses bongkar muat kapal dan pengaturan lalu lintas kendaraan juga dilakukan guna memperlancar arus penyeberangan.

Sementara itu, pemantauan lalu lintas di jalan nasional menunjukkan sekitar 95.594 kendaraan masuk ke Jakarta dan 110.454 kendaraan keluar dari ibu kota.

Di sektor transportasi udara, jumlah penumpang domestik tercatat mencapai sekitar 422.600 orang atau meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun penumpang internasional tercatat sekitar 96.462 orang.

Kinerja ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) tercatat 73,34 persen untuk penerbangan domestik dan 71,49 persen untuk penerbangan internasional.

Data dari Angkasa Pura Indonesia menunjukkan total pergerakan pesawat mencapai 3.866 penerbangan atau meningkat sekitar 10,4 persen dibandingkan 2025. Jumlah penumpang di 35 bandara yang dikelola perusahaan tersebut tercatat mencapai sekitar 549.544 orang, meningkat hampir 20 persen.

Pada sektor perkeretaapian, peningkatan penumpang juga mulai terlihat pada layanan kereta api antarkota dan regional. Tingkat ketepatan waktu perjalanan kereta bahkan tercatat lebih dari 98 persen.

Namun demikian, pemanfaatan program angkutan motor gratis (Motis) masih relatif rendah, yakni sekitar 14,2 persen dari total kuota yang tersedia.

Dari sisi keselamatan lalu lintas, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia melaporkan terdapat 180 kasus kecelakaan lalu lintas pada 14 Maret 2026. Dari jumlah tersebut, tercatat 20 orang meninggal dunia, 27 orang luka berat, dan 244 orang luka ringan. Sebagian besar kecelakaan melibatkan sepeda motor.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di jalur transportasi darat dan laut secara umum didominasi berawan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Pemerintah menegaskan koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Fokus penanganan dalam waktu dekat diarahkan pada penguraian antrean kendaraan di Gilimanuk serta memastikan kesiapan seluruh moda transportasi menjelang puncak arus mudik.  “Koordinasi antar pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar pelayanan angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, dan terkendali,” ujar Zamrides.. (Red)