Defisit Daya Tampung SMP Negeri, Masyarakat Talang Jambe Desak Pembangunan Sekolah Baru ke DPRD Palembang

Sumsel Goutara com, Palembang – Kesenjangan antara jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) dan daya tampung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Palembang memicu kekhawatiran masyarakat.

Berdasarkan data saat ini, terdapat selisih sekitar 9.000 lulusan SD Negeri yang tidak dapat tertampung di 61 SMP Negeri di Palembang, di mana jumlah lulusan mencapai 28.000 siswa sementara kapasitas SMP Negeri hanya 19.000 siswa
Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat dari Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarame, menyambangi Komisi IV DPRD Kota Palembang pada Kamis (30/4/2026) untuk menyampaikan aspirasi terkait perlunya pembangunan sekolah baru.

Dalam audiensi yang diterima oleh anggota Komisi IV—di antaranya Syaiful Fadli, Andri Adam, Yustin Kurniawan, Duta Wijaya, M. Firdaus, dan M. Sholatudin—juru bicara tokoh masyarakat mengungkapkan adanya ketimpangan drastis di wilayah mereka.

Tercatat ada sekitar 770 siswa kelas VI dari empat SD Negeri (SDN 123, 134, 35, 124) dan satu SD Swasta di Talang Jambe yang setara dengan 22 kelas.

Sementara itu, daya tampung SMP Negeri 59 di wilayah tersebut hanya tersedia untuk 400 peserta didik atau 11 kelas.

Hal ini belum menghitung anak-anak berdomisili setempat yang bersekolah di luar wilayah Talang Jambe.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Palembang, Andri Adam, S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk mengawal rencana pembangunan SMP Negeri tambahan ini hingga terwujud.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menggunakan dana pokok pikiran (Pokir) jika anggaran pemerintah pusat maupun daerah mengalami kendala.

“Saya siap menyalurkan pokok-pokok pikiran untuk pembangunan sekolah baru demi anak-anak generasi penerus bangsa apabila anggaran dari pusat maupun daerah tidak tersedia,” tegas Andri Adam

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. H.M. Affan Prapanca, yang hadir dalam kesempatan yang sama menyatakan akan segera menindaklanjuti usulan tersebut secara prosedural.

Langkah awal akan dimulai dengan penyampaian usulan ke Kementerian Kementerian Pendidikan, diikuti dengan kajian teknis, penelitian, serta perencanaan yang cermat agar pembangunan fasilitas pendidikan baru di Kecamatan Sukarame tersebut dapat terealisasi sesuai standar.