Merajut Kepedulian Kepada Sesama, SSKS Sumsel Tebar Nasi Kotak dan Hangatnya “Sabtu Berkah” di Sudut Palembang

Goutara.com, Palembang – Nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan warisan era Sriwijaya kembali dihadirkan dalam bentuk aksi nyata. Komunitas Silaturahmi Spiritual Kerajaan Sriwijaya (SSKS) Sumatera Selatan menggelar aksi sosial bertajuk “Sabtu Berkah” dengan membagikan 170 paket nasi kotak kepada penghuni panti asuhan serta masyarakat yang beraktivitas di jalanan Kota Palembang, Sabtu (1/8/2026).

​Gerakan yang sarat akan nilai empati ini menyasar dua panti asuhan di wilayah Palembang, serta warga yang melintas di kawasan titik nadi kota, yakni Taman Polda di Jalan Demang Lebar Daun dan area Flyover Jakabaring 10 Ulu.

​Aksi turun ke jalan ini dipimpin langsung oleh Ketua SSKS Sumsel, Kiagus Safrizal, dengan didampingi Sekretaris Ustadz Asmuni, Bendahara Koko Daniel, serta belasan anggota SSKS Sumsel yang tampak antusias membagikan paket makanan hangat sejak pagi hari.

​”Sriwijaya di masa lalu dikenal bukan hanya karena kejayaannya, tetapi juga karena kemampuannya merangkul dan mengayomi. Melalui aksi kecil ‘Sabtu Berkah’ ini, kami ingin menghidupkan kembali ruh kepedulian tersebut. Nasi kotak ini mungkin sederhana, tetapi niat tulus di baliknya adalah bentuk penguat rasa persaudaraan sesama anak bangsa,” ujar Kiagus Safrizal di sela-sela kegiatan di kawasan Taman Polda.

​Tidak hanya menyasar pengendara ojek online, pedagang asongan, dan pekerja harian di jalan raya, rombongan SSKS Sumsel juga menyempatkan diri bersilaturahmi dan menyerahkan bantuan secara langsung ke panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim.

​Pendekatan spiritual dan kemanusiaan yang diusung SSKS Sumsel ini membuktikan bahwa merawat tradisi dan nilai leluhur bisa dilakukan secara adaptif serta berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

​”Kami berharap gerakan ini bisa terus berlanjut dan memantik gelombang kebaikan yang lebih besar di Sumatera Selatan. Ketika kita mau saling menatap, menyapa, dan berbagi, di situlah spiritualitas yang sebenarnya hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tambah Kiagus Safrizal menutupi keterangannya.

​Melalui konsistensi kegiatan seperti ini, SSKS Sumsel tidak hanya hadir sebagai wadah penguat tali silaturahmi spiritual, tetapi juga menjadi simpul empati sosial yang menghangatkan sudut-sudut Kota Palembang.(Rilis)