Bukan Sekadar Bagi Nasi, Sabtu Berkah Jadi Bukti Nyata Kebaikan dari Mafia Paranormal dan PP SSKS untuk Sesama

0-0x0-0-0#

Goutara.com, Palembang – Sabtu sore di Simpang Lampu Merah Polda, kawasan Demang Lebar Daun, Palembang, terasa berbeda. Jika biasanya lalu lalang kendaraan mendominasi, kali ini sekelompok orang dengan atribut kebersamaan membagikan bungkusan nasi kepada siapa pun yang melintas dan juga untuk panti asuhan.

Mereka adalah keluarga besar Pengurus Pusat Silaturahmi Spiritual Keluarga Sriwijaya (PP SSKS). Sebanyak 270 porsi nasi mereka bagikan, Sabtu (19/09). Tanpa sekat, tanpa pilih-pilih.

Kegiatan bertajuk Sabtu Berbagi ini memang bukan kegiatan dadakan. Ini adalah agenda rutin PP SSKS. Terlihat hadir Ketua Umum PP SSKS Kgs. Syafrizal yang akrab disapa Mafia Paranormal, Sekjen Ustadz Asmuni FF., http://M.Pd.I, Bendahara Daniel Steven, Dewan Penasehat Ustadz Usman Markoni, serta jajaran pengurus pusat lainnya.

Dengan gaya khasnya yang humanis, Mafia Paranormal mengatakan aksi ini adalah wujud konsistensi jiwa sosial SSKS.

“Dari SSKS, warga besar SSKS memberikan bantuan berupa makanan. Itu di simpang Barokah. Bantuannya… bantuan sosial dan jalan sekitar di simpang Polda. Kalau untuk makanannya sekitar 270. Harapan kita ya kalau bisa kita istiqomah dengan berjalan sesuai kemampuan kita untuk berbagi di posisi ini. Terus, selagi SSKS berdiri, jiwa sosial itu tidak akan pernah rapuh dan pudar,” ujarnya.

Bagi SSKS, berbagi nasi bukan hanya soal kenyang. Ini tentang merawat persaudaraan.

“Kami keluarga besar Silaturahmi Spiritual Keluarga Sriwijaya bertekad untuk senantiasa menjaga persaudaraan, mempererat silaturahmi, menjunjung tinggi nilai spiritual dan budaya Melayu Sriwijaya, saling menolong dalam kebaikan, berbagi kepada sesama, menghormati orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, serta mengenang dan menghargai setiap jasa dan pengabdian anggota,” kata Mafia Paranormal.

Ia menegaskan, kekuatan SSKS bukan pada banyaknya anggota.

“Kami percaya bahwa kekuatan SSKS bukan semata-mata pada jumlah anggotanya, tetapi pada persatuan hati, keikhlasan dalam berbuat, dan kesediaan untuk saling menguatkan dalam suka maupun duka,” pungkasnya.

Aksi 270 porsi itu pun berakhir menjelang maghrib. Tapi pesan yang tertinggal jauh lebih banyak dari jumlah nasinya: bahwa selama masih ada niat untuk berbagi, SSKS akan tetap berdiri tegak.(Ocha)